Selamat datang di ALL_ABOUT_SCIENCE, pada kesempatan kali ini, izinkan saya membagi sedikit Ilmu yang saya dapatkan. Pada Post Kali ini, Saya akan menjelaskan tentang Persamaan Schrodinger.
Apa itu Persamaaan Schrodinger??
Persamaan Schodinger ialah Persamaan yang digagas oleh Erwin Schrodinger (1887-1961 ) yang Menjelaskan tentang Hubungan-hubungan Ruang dan waktu serta Komponen-Komponenya dalam Mekanika Kuantum. Persamaan Schrodinger umumnya Berkaitan dengan Gelombang.
Disini akan Saya berikan Penjelasan lengkapnya.
Persamaan Gelombang
Kuantitas yang diperlukan dalam mekanika kuantum ialah fungsi gelombang Y dari benda itu. . Walaupun Y sendiri tidak mempunyai tafsiran fisis, kuadrat besar mutlak ½Y½2 ( atau sama dengan YY* jika Y kompleks ) yang dicari pada suatu tempat tertentu pada suatu saat berbanding lurus dengan peluang untuk mendapatkan benda itu di tempat itu pada saat itu.
Momentum, momentum sudut, dan energi dari benda dapat diperoleh dari Y. Persoalan mekanika kuantum adalah untuk menentukan Y untuk benda itu bila kebebasan gerak dibatasi oleh aksi gaya eksternal. Biasanya untuk memudahkan kita ambil ½Y½2 sama dengan peluang P untuk mendapatkan partikel yang diberikan oleh Y, hanya berbadinng lurus dengan P. Jika ½Y½2 sama dengan P, maka betul bahwa : ò ½Y½2 dV= 1 karena
ò P dV = 1 ialah suatu pernyataan matematis bahwa partikel itu ada di suatu tempat untuk setiap saat, jumlah semua peluang yang mungkin harus tertentu. Selain bisa dinormalisasi , Y harus berharga tunggal, karena P hanya berharga tunggal pada tempat dan waktu tertentu , dan kontinu. mb Persamaan Schrodinger yang merupakan persamaan pokok dalam mekanika kuantum serupa dengan hukum gerak kedua merupakan persamaan pokok dalam mekanika newton, adalah persamaan gelombang dalam variabel Y.
d^2y/dx^2= 1/v^2* d^2y/dt^2
Persamaan yang gelombang yang menentukan gelombang dengann kuantitas variabel y yang menjalar arah x dengan kelajuan v.
untuk gelombang monokromatik:
Y=Ae^-iw(t-x/v) = A cos w (t-x/v) - iA sin w (t-x/v)
dimana Y merupakan kuantitas Kompleks.
Persamaan Schrodinger Tergantung terhadap waktu
Dalam Mekanika Kuantum, fungsi gelombang Y bersesuaian dengan variabel gelombang y dalam gerak gelombang umumnya. Namun Y bukan merupakan suatu kuantitas yang dapat diukur, sehingga dapat berupa kuantitas kompleks. Karena itu, kita menganggap Y dalam arah x dinyatakan oleh:
Y= Ae^2pl(Vt-x/l)
sehingga:
Y= Ae^-i/h(Et-px)
Persamaan diatas merupakan penggambaran Matematis Gelombang ekuivalen yang berenergi
total E dan bermomentum p yang bergerak dalam arah +x. Namun, Pernyataan fungsi gelombang Y hanya benar untuk partikel yang bergerak bebas.
Sedangkan untuk situasi dengan gerak partikel yang dipengaruhi
berbagai pembatasan untuk memecahkan Y dalam situasi yang khusus,
kita memerlukan
persamaan Schrodinger.
Pendekatan Schrodinger disebut sebagai mekanika gelombang. Persamaan
Schrodinger dapat diperoleh dengan berbagai cara, tetapi semuanya mengandung
kelemahan yang sama yaitu persamaan tersebut tidak dapat diturunkan secara ketat dari prinsip fisis yang ada karena persamaan itu sendiri menyatakan sesuatu
yang baru dan dianggap sebagai satu postulat dari mekanika kuantum, yang dinilai kebenarannya atas dasar hasil-hasil yang diturunkan darinya.
Persamaan Schrodinger diperoleh mulai dari fungsi gelombang partikel yang bergerak bebas. Perluasan persamaan Schrodinger
untuk kasus khusus partikel
bebas
(potensial V = konstan) ke kasus umum
dengan sebuah partikel yang
mengalami gaya sembarang yang berubah terhadap ruang
dan
waktu merupakan suatu kemungkinan yang bisa ditempuh, tetapi tidak ada satu cara pun yang membuktikan bahwa perluasan itu benar.
Yang bisa kita lakukan hanyalah mengambil postulat bahwa persamaan Schrodinger
berlaku untuk berbagai situasi fisis dan membandingkan hasilnya
dengan hasil eksperimen.
Jika hasilnya cocok, maka postulat yang terkait dalam persamaan
Schrodinger sah, jika
tidak
cocok,
postulatnya harus
dibuang dan pendekatan yang lain harus dijajaki.
ih* dY/dt= -h^2/2m* d^2Y/dx^2+ VY ( Persamaan Schrodinger satu dimensi)
Dalam kenyataanya, persamaan Schrodinger telah menghasilkan ramalan yang sangat tepat mengenai hasil eksperimen yang diperoleh. Pada rumus terakhir diatas hanya bisa dipakai untuk persoalan
non relativistik dan rumusan yang lebih
rumit jika kelajuan partikel yang mendekati cahaya terkait. Karena persamaan itu bersesuaian
dengan eksperimen dalam batas – batas
berlakunya, kita harus mengakui bahwa persamaan Schrodinger menyatakan suatu
postulat yang berhasil mengenai aspek tertentu dari dunia fisis.
Betapapun sukses yang diperoleh persamaan Schrodinger,
persamaan ini tetap
merupakan postulat yang
tidak dapat diturunkan dari beberapa prinsip lain, dan masing
–
masing
merupakan
rampatan pokok, tidak lebih atau
kurang
sah daripada data empiris yang merupakan landasan akhir dari postulat itu. Penjabaran Persamaan Schrodinger bergantung waktu
y ~ (identik) dengan y dalam
gerak gelombang umum
y : menggambarkan keadaan gelombang kompleks yang tak dapat terukur
y= Ae^-iw(t-x/v), w=2pf
maka
y= Ae
Energi totalnya:
E= hV= hc/l dengan l=h/p
Sekian dulu penjelasan Sigkat dari Saya. mari Berbagi Ilmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar